Profil
1. Latar Belakang
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapan yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. ‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam’ [Ali Imran 102]
Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah dengan cara-cara yang benar. Begitu besarnya manfaat dan faidah ilmu bagi kebahagiaan hidup setiap muslim, baik di dunia terlebih sebagai bekal kehidupan yang pasti dan abadi di akhirat. Untuk itulah, kami sangat berkeinginan untuk menebarkan ilmu di tengah-tengah masyarakat yang umumnya masih awam terhadap agamanya. Ilmu agama merupakan warisan para nabi, warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Rasulullah telah bersabda: ‘Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak.’ (HR. Tirmidzi).
Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: ‘Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ (Ali Imran: 18).
Setelah mengetahui begitu besar manfaat Ilmu syar’I serta begitu tingginya kedudukan Ilmu syar’I dalam kehidupan ini, maka Kami berupaya untuk menyebarkan Ilmu syar’i melalui media elektronik dengan mendirikan stasiun radio. Radio adalah salah satu teknologi yang sangat merakyat, karena hampir semua golongan, baik dia orang kaya maupun orang belum kaya dapat memilikinya. Hal inilah yang membuat keberadaannya saat ini tidak tergantikan. Maka informasi – informasi, yang disampaikan lewat radio, tidak kalah cepatnya apabila disampaikan melalui media televisi maupun lainnya, karena akan didengar oleh hampir semua golongan. Umumnya stasiun – stasiun radio bertujuan komersil, sehingga mereka sebenarnya tidak memperdulikan atau kurang memperdulikan unsur – unsur lain, seperti pendidikan dan lainnya. Program – program yang disajikan pada dasarnya hanya hiburan semata tanpa melihat adab, apalagi aturan agama. Islam memberikan pedoman untuk apa dunia ini diciptakan, dan bagaimana kita dapat memperoleh kebahagian didunia dan akhirat nanti. Oleh karena itu penting bagi kita yang mengaku beragama islam,yang mencintai Allah, yang mencintai rasulullah sholallahu alaihi wa salam paham akan ajarannya. Begitu banyak kajian – kajian islam yang ada, oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berilmu, untuk tidak memperdalam pengetahuan kita terhadap dien ini. Namun jika dikarenakan waktu yang sempit, dana yang terbatas untuk membeli buku – buku agama, atau hal – hal lain yang membuat kita tidak dapat menghadiri majelis – majelis ilmu, ada sarana belajar yang murah, yang relatif hampir semua orang memilikinya yaitu melalui radio. Melalui stasiun radio ini kita dapat mendengarkan ceramah – ceramah agama, kita dapat bertanya tentang suatu hal yang ingin kita ketahui tentang ilmu Syar’I dan lainnya.
2. Maksud dan Tujuan Pendirian
1. Menumbuhkan semangat dan kecintaan kaum muslimin terhadap ilmu -ilmu Islam.
2. Memenuhi kebutuhan kaum muslimin dalam penyebaran dakwah dan informasi .
3. V i s i
Menjadi media dakwah Islam yang Istiqomah menyampaikan Tasfiyyah dan Tarbiyyah dengan senantiasa merujuk kepada pemahaman generasi pertama dan utama ummat ini.
4. M i s i
1. Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih
2. Pemurnian Syariat Islam dari segala bentuk syirik,bid’ah dan pemikiran sesat.
3. Membina kaum muslimin dengan ajaran Islam yang murni dan beramal dengannya.
4. Menghidupkan metode ilmiah dengan berdasar kepada Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman salafus Shalih.
5. Rencana kerja dalam 5 tahun kedepan
1. Mengadakan sarana dan prasarana pendukung penyiaran yang memenuhi standar.
2. Menyusun program acara
3. Menyelenggarakan siaran secara kontinu sesuai program yang ditetapkan.
4. Melakukan survai lapangan terhadap respon pendengar bagi perbaikan mutu siaran
1. Kepemilikan Perusahaan
PT. Radio Mu’adz Bin Jabal secara kelembagaan berada di bawah naungan Islamic Center Mu’adz Bin Jabal berpusat di Kendari dan Pondok Pesantren Baitul Arqom di Polinggona, Watubangga Kolaka. Di kelola dan dimiliki bersama oleh para pendiri yang memiliki saham dalam perusahaan ini.
2. Permodalan Perusahaan
Modal awal pemegang saham dan donasi sebagai berikut :
Modal awal pemegang saham dan donasi sebagai berikut :
Rp 4,000,000
| Nama | Tempat/Tgl Lahir | Alamat | Kepemilikan Saham | Nilai Saham |
| H. Zezen Zainal Mursalin, LC | Bandung, 12 Juni 1975 | Perdos Unhalu Blok J No.21, Kendari | 130 lembar | 13,000,000 |
| M. Aris Rauf | Makale, 12 Mei 1975 | BTN Wirabuana Blok M No.27, Kendari | 40 Lembar | Rp 4,000,000 |
| Haydir Ishaq, Amd | Pinrang, 10 September 1975 | Jl. Flamboyan No.26E, Kendari | 40 Lembar | Rp 4,000,000 |
| Faris Abdulllah Ma’mun | Kendari, 12 April 1979 | Jl. Bunga Tanjung No.102, Kendari | 40 Lembar | |
| Jumlah | 250 Lembar | Rp 25,000,000 |
Radio Mu’adz sebagai salah satu lembaga penyiaran adalah mengedepankan aspek Da’wah dan informasi/ (tarbiyah) pendidikan ,serta unsur keislaman dalam materi siarannya disamping unsur- unsur lain yang dianggap tepat dalam memenuhi kebutuhan pendengar
Radio Mu’adz memahami betul bahwa penyampaian Da’wah yang tidak memihak kepada golongan tertentu dianggap lebih mudah diterima berbagai lapisan masyarat, tentunya dalam skala yang proposional.
PETA JANGKAUAN RADIO MU’ADZ
Kajian terbaru
- [Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan] 006 Salam Pertama dal Shalat
- [Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan] 005 Doa dalam Shalat
- [Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan] 005 Berdoa dalam Shalat
- [Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan] 004 Tasyahud
- [Bulghul Maram] Bab Aaniyah 003-005 Kulit Binatang yang Disamak
Kategori
- -gt; Jadwal Daurah (1)
- Adab (9)
- Adab dan Sunnah Harian (3)
- Amalan Penghuni Surga (2)
- Arba'una hadistan (8)
- Daurah Syar'iyyah (8)
- Do'a (6)
- featured (3)
- Hal-Hal yang Wajib Diketahui Oleha Seorang Muslim (6)
- info (6)
- Informasi (8)
- Kaifa Takunina Zaujatan Sholihatan wa Umman Najihatan (2)
- Kajian Bulughul Maram (5)
- Kajian Kitab Minhajul Qasidin (14)
- Kajian Kitab Riyadus Shalihin (9)
- Kajian Kitab Umdatul Ahkam (15)
- Kajian Muslimah (12)
- Khutbah Jum'at (37)
- kisah (4)
- Kisah yang Kisah Oleh Nabi (1)
- Manajemen Qalbu Para Nabi (11)
- Menyelami Keindahan Surga (12)
- Mukhtashar Zaadul Ma'ad (1)
- Mulakhosh Al Fiqhi (3)
- Nasehat (127)
- Pelajaran Bahasa Arab (4)
- Sesatnya Syiah (1)
- Shohih Muslim (1)
- Siar 'Alam Nubala (3)
- Spot Hadist (4)
- Sunnah-Sunnah yang Ditinggalkan (7)
- Syarah Kitab Tauhid (Qaulul Mufid) (9)
- Tafsir (25)
- Tahsin Al Qur'an (3)
- tanya-jawab (6)
- Tarbiyatul Aulaad (1)
- Umdatul Ahkam (11)
- Uncategorized (11)

